Ecommerce grosir mengacu pada penjualan produk secara online ke bisnis lain dan biasanya dalam jumlah besar serta harga diskon. Industri global ini sangatlah besar dan diproyeksikan mencapai $25 triliun pada tahun 2025.
Manfaat yang didapat terlihat jelas. Volume pesanan yang lebih tinggi serta waktu yang lebih efisien karena berkurangnya pekerjaan input manual dan tugas administrasi. Menjadi penjual grosir juga memungkinkan Anda menjangkau pasar yang luas dan membuka sumber pendapatan baru.
Jadi, bagaimana cara memulai bisnis ini? Panduan ini membahas cara kerja ecommerce grosir, cara memilih platform ecommerce yang tepat, dan tips praktis untuk membangun toko grosir online Anda.
Cara kerja perdagangan elektronik grosir
Hubungan grosir yang paling umum terjadi adalah antara produsen (Anda) dan pengecer. Namun, beberapa grosir menjual ke grosir lain dan beberapa (seperti Costco) menjual langsung ke konsumen.

Keuntungan terbesar dari penjualan grosir adalah menurunkan biaya operasional. Dengan menjual barang dalam jumlah besar, Anda dapat memperoleh pesanan yang lebih besar dan mengurangi pengeluaran pemasaran, sehingga menghasilkan keuntungan lebih tinggi per unit. Selain itu, penjualan grosir juga menambah saluran tambahan dalam strategi penjualan Anda.
Banyak orang pertama kali mengasosiasikan ecommerce grosir dengan situs besar seperti Alibaba. Grosir sering dilihat sebagai saluran penjualan tradisional dengan pengalaman pembelian yang kurang ideal. Namun, teknologi dan perubahan perilaku pembeli B2B telah mengubah ecommerce grosir.
Saat ini, banyak bisnis ecommerce pengecer yang menjual secara grosir untuk mendorong pertumbuhan, tanpa perlu investasi modal yang besar atau risiko yang berlebihan. Dengan platform ecommerce B2B yang tepat, merchant dapat mengotomatisasi proses, mulai dari pendaftaran, hingga checkout. Anda juga bisa menawarkan harga khusus grosir dan banyak lagi, baik mulai dari skala kecil maupun menargetkan skala besar.
Tren dan statistik ecommerce grosir untuk 2025
Ukuran pasar dan proyeksi pertumbuhan
Ecommerce grosir kini sudah menjadi kekuatan utama dalam perdagangan online global, bukan lagi sekadar pekerjaan back-office. Grand View Research memperkirakan volume barang dagangan bruto (GMV) B2B global akan mencapai $25 triliun pada tahun 2025 dan naik menjadi sekitar $35 triliun pada tahun 2027.
Tren ecommerce B2B terbaru menunjukkan adopsi digital sudah berlangsung. Delapan dari sepuluh transaksi B2B domestik sudah terjadi secara online dan sekitar 56% pendapatan B2B sudah mengalir melalui saluran digital.
Secara regional, Asia-Pasifik menyumbang GMV terbesar, yaitu 70% dari nilai transaksi ecommerce di tahun 2024. Amerika Utara adalah wilayah dengan pertumbuhan tercepat, dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) yang diproyeksikan sebesar 17,2% hingga tahun 2030.
Jika dipecah berdasarkan sektor, industri manufaktur memimpin pasar dan menghasilkan 24% dari pendapatan pasar ecommerce B2B pada tahun 2024. Ke depannya, industri kesehatan dan life science diproyeksikan mengalami pertumbuhan tercepat, dengan CAGR sebesar 21,1% hingga tahun 2030.
Evolusi perilaku pembeli B2B
Hanya tujuh tahun yang lalu, sebagian besar kesepakatan grosir dimulai dengan panggilan telepon. Ketika generasi milenial dan Gen Z masuk ke proses pembelian B2B, era jabat tangan dan faks mulai memudar. Namun, pembeli tidak meninggalkan interaksi langsung, mereka hanya menggunakan kombinasi saluran yang berbeda.
B2B Pulse 2024 dari McKinsey melaporkan bahwa pengambil keputusan rata-rata menggunakan 10 saluran interaksi dan masih mengikuti “aturan sepertiga”. Aturan tersebut adalah sepertiga tatap muka, sepertiga jarak jauh, dan sepertiga layanan mandiri. Tingkat kenyamanan ecommerce B2B telah meningkat begitu tajam sehingga pesanan di atas $500.000 kini dapat diselesaikan melalui layanan mandiri online. Ini adalah skenario yang sebelumnya hampir tidak mungkin terjadi di luar pameran dagang.
Kecerdasan buatan mendorong perubahan ini lebih jauh lagi. Dalam survei Buyers' Journey 2024 dari Forrester, 89% tim pengadaan kini menggunakan AI generatif di beberapa tahap proses pembelian, mulai dari penemuan supplier, hingga penilaian RFP.
Daftar pendek yang dikurasi AI dan model risiko real-time diperkirakan akan mempercepat evaluasi vendor dari berminggu-minggu menjadi keputusan di hari yang sama. Hal ini mendorong supplier untuk mengotomatisasi, membuat kesan, atau tersingkir dari pertimbangan.
Adopsi teknologi dalam grosir
Penjualan grosir kini telah sepenuhnya beralih ke online dan tidak hanya untuk pesanan kecil. Forrester memprediksi kesepakatan senilai jutaan dolar ke atas akan segera menjadi standar online.
Pembeli B2B mengatakan layanan mandiri lebih cepat dan lebih mudah. Mereka juga mengharapkan pengalaman yang serupa dengan situs belanja online konsumen, yaitu proses cepat, mudah, dan dipersonalisasi. Gartner melaporkan bahwa ketika pembeli B2B menjelajahi sendiri, 65% menyelesaikan apa yang mereka anggap sebagai kesepakatan berkualitas tinggi, dibandingkan dengan hanya 24% ketika pembelian dilakukan melalui perwakilan penjualan.
McKinsey melaporkan 19% tim penjualan B2B sudah menerapkan GenAI dengan sukses, sementara 23% lainnya sedang bereksperimen. Tim komersial berbasis data yang memadukan pengalaman pelanggan yang dipersonalisasi dengan GenAI memiliki kemungkinan 1,7 kali lebih besar untuk memperluas pangsa pasar dibandingkan tim yang tidak melakukannya.
Ini berarti merek harus memprioritaskan etalase B2B mereka terlebih dahulu, bukan sekadar showroom. Shopify B2B dibangun untuk pergeseran ini dan membantu penjual grosir mempersonalisasi pengalaman pembeli dengan cara:
- Menetapkan harga grosir pelanggan menggunakan tarif tetap, diskon persentase, atau tingkatan berbasis volume
- Menampilkan atau menyembunyikan produk, menyesuaikan katalog untuk setiap pembeli grosir
- Menetapkan ketentuan pembayaran unik (seperti Net 30/60) langsung ke profil perusahaan
- Mengelompokkan beberapa kontak dan alamat pengiriman di satu profil perusahaan untuk pengalaman yang terintegrasi
- Menerapkan status bebas pajak langsung ke profil pelanggan sehingga otomatis saat checkout
Grosir B2B versus ecommerce retail
Setelah mengetahui cara kerja ecommerce grosir, mari kita lihat perbedaan utama antara ecommerce grosir dan retail. Perbedaan utamanya adalah:
Target audiens
Bisnis grosir menjual produk ke bisnis lain (B2B), termasuk produsen, distributor, pengecer, atau grosir lainnya. Pembeli ini biasanya membeli barang dalam jumlah besar untuk dijual kembali ke konsumen akhir.
Misalnya, produsen pakaian menjual kaus dalam jumlah besar ke jaringan toko retail melalui platform ecommerce-nya.
Bisnis retail menjual langsung ke konsumen (B2C). Ini berarti menjual dalam jumlah yang lebih kecil dan sering menawarkan berbagai macam produk untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang beragam.
Contoh retail adalah toko pakaian online yang menjual kaus satuan langsung ke konsumen melalui situs web atau aplikasi mereka.
Volume pesanan
Bisnis ecommerce grosir berurusan dengan pesanan dalam jumlah besar. Penjual grosir sering menawarkan barang dalam jumlah besar dengan harga diskon, berdasarkan prinsip bahwa semakin banyak Anda membeli, semakin rendah biaya per unit. Misalnya, grosir perlengkapan restoran menjual paket besar peralatan masak ke restoran.
Pengecer menjual produk dalam unit tunggal atau jumlah yang lebih kecil, sesuai kebutuhan masing-masing pelanggan. Misalnya, toko peralatan dapur online menjual satu set peralatan masak ke konsumen rumahan.
Penetapan harga
Grosir menjual barang mereka dengan harga per unit yang lebih rendah karena mereka menjual dalam jumlah besar. Harga yang lebih rendah dimungkinkan karena biaya menjual volume besar barang ke satu pembeli lebih rendah daripada menjual satuan ke banyak pembeli. Misalnya, penjual grosir menjual 100 lampu LED dalam jumlah besar seharga $5 per buah ke toko perkakas.
Sebaliknya, pengecer, yang menjual langsung ke konsumen mematok harga lebih tinggi per unit karena mereka perlu menutupi biaya penyimpanan, pemasaran, dan penjualan barang. Misalnya, sebuah toko online lampu menjual satu lampu LED ke konsumen seharga $10.
Manajemen hubungan
Bisnis ecommerce grosir terlibat dalam hubungan jangka panjang dengan pelanggan. Karena pelanggan biasanya memerlukan pasokan berkelanjutan, mempertahankan pelanggan adalah kunci. Platform ecommerce grosir mencakup fitur yang mendukung hubungan yang kuat, seperti harga khusus untuk pelanggan tertentu, pencatatan riwayat pesanan, alat pemesanan ulang, dan banyak lagi.
Sementara itu, pengecer tetap menekankan pentingnya pembelian berulang, tetapi sering berhadapan dengan transaksi satu kali atau sesekali dari pelanggan. Platform ecommerce retail sering menekankan fitur seperti rekomendasi produk yang dipersonalisasi, ulasan pelanggan, dan kemudahan pengembalian.
Jenis-jenis grosir
Baik Anda ingin membeli dari grosir atau menjadi penjual grosir itu sendiri, penting untuk mengetahui berbagai jenis model bisnis B2B ini.
Produsen
Produsen memproduksi barang dan juga bertindak sebagai grosir. Misalnya, perusahaan yang membuat lampu LED dapat menjualnya dalam jumlah besar ke pengecer atau ke bisnis yang menggunakannya.
Distributor
Distributor bukan produsen asli. Mereka membeli langsung dari produsen, kemudian menjualnya kembali dalam jumlah besar ke pengecer.
Distributor menangani logistik dan hubungan dengan pelanggan, sehingga produsen bisa fokus pada produksi. Misalnya, grosir distributor bisa membeli minuman dari produsen dan menjualnya ke restoran atau toko kelontong.
Dropshipper
Grosir online jenis ini tidak menyimpan stok sendiri. Sebagai gantinya, mereka mencantumkan produk produsen di situs web mereka. Ketika ada penjualan, produsen mengirimkan barang langsung ke pelanggan.
Misalnya, merchant Shopify dapat bergabung dengan Shopify Collective untuk melakukan dropship produk dari merek Shopify lain dengan sinkronisasi stok otomatis, sistem pembayaran termin bawaan, dan tanpa biaya stok di awal.
Impor/ekspor
Grosir dalam kategori ini mengkhususkan dalam perdagangan internasional. Mereka mengimpor produk dari negara lain atau mengekspor produk domestik. Misalnya, grosir import/export dapat mengimpor anggur dari Prancis dan Italia untuk dijual di Indonesia.
Grosir marketplace
Perusahaan-perusahaan ini beroperasi di marketplace B2B pihak ketiga seperti Faire atau Tundra. Platform ini mencantumkan produk dari berbagai merek, menghubungkan mereka dengan pengecer, dan menangani pembayaran.
Bagi pemasok, marketplace menyediakan akses instan ke banyak pengecer tanpa harus menghadiri pameran dagang atau penawaran langsung ke calon pelanggan. Misalnya, pemanggang kopi khusus mengunggah katalognya ke Faire, menetapkan jumlah pesanan minimum (MOQ) 12 unit, dan berhasil mendapatkan pesanan pertama kali dari kafe butik di tiga negara bagian baru dalam seminggu.
Bagaimana ecommerce B2B membantu grosir
Sudah lama dipercaya bahwa pelanggan B2B menghindari saluran digital. Pemikiran tradisional ini menyatakan bahwa pembelian grosir terlalu kompleks untuk transaksi online, sehingga banyak supplier yang masih belum berinvestasi pada ecommerce.
Ketersediaan informasi melalui saluran digital telah memudahkan pembeli B2B untuk mengumpulkan data secara mandiri. Ini berarti supplier memiliki lebih sedikit kesempatan untuk mempengaruhi keputusan grosir secara tatap muka.
Teknologi seperti platform ecommerce B2B memudahkan grosir untuk menjual online dan memanfaatkan berbagai keuntungan, antara lain:
Menyederhanakan proses pembelian
Sering kali penjual grosir merasa bahwa ecommerce tidak cocok untuk mereka karena proses pembelian yang kompleks. Kekhawatiran tentang penetapan harga kontrak, eksklusivitas produk, dan pelanggan dengan syarat dan ketentuan khusus menjadi penghambat penerapannya.
Meskipun kekhawatiran ini valid, platform ecommerce grosir yang tepat dapat mengatasi masalah tersebut dan mendorong pertumbuhan bisnis. Anda dapat dengan mudah membuat situs web ecommerce B2B pribadi dengan semua informasi yang dibutuhkan klien. Dengan begitu, mereka tidak perlu menghubungi Anda untuk informasi dasar.
"Mitos bahwa pengalaman pembelian yang berkesan itu penting adalah salah. Pengalaman online untuk situs web ecommerce grosir sebaiknya sesederhana mungkin. Pembeli ingin produk yang berkualitas. Pembeli memiliki PO untuk diinput dan menginginkan proses yang minim kendala."
Neil Stuber, Brand Manager, Hurraw! Balm
Ecommerce juga memudahkan pelanggan grosir untuk menemukan grosir dan distributor secara online. Ketika Anda mengoptimalkan situs web Anda untuk mesin pencari, calon pembeli bisa menemukan bisnis Anda lebih cepat.
Membantu mengotomatiskan proses grosir
Otomasi ecommerce adalah salah satu keunggulan terbesar dari penjualan grosir saat ini. Dari pendaftaran hingga checkout, Anda bisa mengurangi waktu yang dihabiskan untuk mengelola pesanan lewat telepon atau email dan fokus lebih banyak pada prioritas strategis.
Teknologi ecommerce, seperti Shopify, dapat membantu:
- Membuat harga khusus dan diskon persentase untuk pelanggan atau kelompok tertentu
- Mengotomatiskan dan meninjau pendaftaran pelanggan
- Memungkinkan pelanggan membeli, melacak, dan memesan ulang produk
- Meninjau pesanan sebelum pembuatan faktur
- Menyederhanakan manajemen stok dan pesanan
Shopify Flow memperluas otomasi ini dengan memungkinkan Anda membangun alur kerja khusus. Misalnya, platform ini dapat menandai pelanggan grosir baru untuk tingkat harga tertentu atau memberi tahu tim Anda agar meninjau pesanan di atas jumlah tertentu.
Meningkatkan pengalaman pembeli
Pembeli B2B kini mengharapkan layanan setara dengan pembeli B2C. Saat ini, mereka sudah memiliki informasi yang dibutuhkan dan sering kali tidak perlu berbicara dengan perwakilan. Mereka lebih menyukai proses onboarding dan pemesanan yang sederhana. Itulah sebabnya Shopify menyediakan fitur seperti portal akun pelanggan 24/7 yang dapat diakses tanpa bantuan.
Ecommerce juga dapat membantu grosir mengantisipasi kebutuhan pembeli. Ini dapat membantu proses riset pembeli dan menjamin mereka dapat mengakses informasi di setiap tahap perjalanan pembelian.
Meningkatkan penjualan sekaligus menurunkan pengeluaran
Menjual grosir secara online adalah salah satu cara tercepat untuk meningkatkan pertumbuhan bisnis. Jika Anda seorang produsen, menjual dalam jumlah besar dapat meningkatkan volume produk, menurunkan biaya per unit, dan meningkatkan margin. Pengiriman dalam jumlah besar ke lebih sedikit pelanggan juga dapat menurunkan biaya pemenuhan pesanan.
Membantu memasuki pasar baru
Memasuki negara atau wilayah baru biasanya memiliki tantangan logistik. Anda juga akan memasarkan produk ke audiens baru yang belum pernah mengenal bisnis Anda.
Ketika pengecer yang sudah mapan bermitra dengan bisnis Anda, Anda dapat memanfaatkan rantai pasokan mereka untuk mengurangi risiko dan menekan biaya awal. Grosir juga menghemat biaya pemasaran dengan memanfaatkan basis pelanggan yang sudah dimiliki pengecer.
Memungkinkan pengambilan keputusan berbasis data
Peluang terbesar dalam grosir saat ini adalah kemampuan untuk mengumpulkan, memahami, dan bertindak berdasarkan data. Banyak organisasi yang sudah memperhatikan hal ini.
Menurut penelitian oleh Marketing Profs, ada tren peningkatan pengeluaran untuk teknologi dan data yang diperkirakan akan meningkat selama beberapa tahun ke depan. Investasi dalam data ini diproyeksikan mendekati total $29,8 miliar, dengan CAGR sebesar 13% sepanjang 2024 hingga 2028. Lonjakan ini menggarisbawahi fokus yang meningkat pada solusi digital dan strategi berbasis data oleh merek perusahaan besar.
Shopify menghubungkan setiap pembeli B2B dengan catatan perusahaan induk mereka, mencatat peran, daftar harga yang dinegosiasikan, status pajak, pesanan pembelian, dan tiket dukungan dalam satu catatan. Etalase, ERP, CRM, dan analitik memanfaatkan data ini, sehingga tim melihat satu versi informasi yang akurat dan dapat bertindak secara instan.
Cara memilih platform ecommerce grosir
Berikut adalah beberapa panduan untuk memilih platform ecommerce grosir terbaik untuk merek Anda:
Etalase tunggal dan terpadu untuk B2B serta DTC
Sebelumnya, menjalankan situs terpisah yang dilindungi kata sandi untuk grosir adalah satu-satunya pilihan meski selalu merepotkan. Anda harus mengelola dua set stok, memperbarui dua situs web, dan berharap pengalaman pelanggan tetap lancar.
Saat ini, Anda dapat menyatukan bisnis retail dan grosir di bawah satu platform dengan Shopify. Pelanggan B2B cukup masuk ke situs retail utama Anda dan secara otomatis menampilkan katalog pribadi, harga khusus, dan ketentuan pembayaran mereka.
Sementara itu, Anda menjalankan seluruh bisnis dari satu sistem dengan satu daftar produk, satu stok, dan satu tempat untuk mengelola semua pesanan Anda. Ini adalah cara yang lebih sederhana untuk mengelola penjualan untuk semua orang.
Katalog khusus untuk setiap pembeli
Pelanggan grosir tidak semuanya sama dan tidak seharusnya diperlakukan sama juga. Katalog khusus memungkinkan Anda menyesuaikan pengalaman pembelian dengan membuat pilihan produk dan struktur harga yang unik untuk berbagai jenis pembeli B2B.
Label wewangian WHO IS ELIJAH menggunakan strategi ini untuk mendorong pertumbuhan global di delapan toko ekspansi. Setelah setiap wilayah memiliki katalog dan matriks harga sendiri, pendapatan grosir internasional merek tersebut naik 50% dari tahun ke tahun.
"Salah satu alasan kami membutuhkan harga khusus untuk pelanggan grosir kami adalah karena banyak dari mereka termasuk dalam kategori B2B yang berbeda. Beberapa memiliki margin yang tetap dan beberapa dapat kami kontrol," kata pemimpin teknis merek tersebut, Brylee Lonesborough. "Kemampuan katalog khusus dalam B2B di Shopify memungkinkan kami dapat menetapkan kategori harga individual dan menghubungkannya ke berbagai jenis pelanggan B2B yang kami miliki, sehingga mereka mendapatkan pengalaman yang lebih personal."
Integrasi dan API yang fleksibel
Integrasi adalah kunci toko ecommerce grosir yang sukses. Membangun portal penjualan yang mudah digunakan adalah syarat dasar, tetapi integrasi yang menentukan kesuksesan jangka panjang.
Platform ecommerce grosir yang baik akan memungkinkan Anda untuk:
- Membuat etalase dan pengalaman khusus
- Mengintegrasikan dengan sistem yang sudah ada, seperti ERP atau CRM melalui API yang fleksibel dan kit pengembangan perangkat lunak (SDK)
- Menghubungkan alat bisnis online Anda dengan otomatisasi ecommerce
- Mengotomatiskan tugas sederhana hingga alur kerja yang kompleks
Pilih platform dengan API dan alat pengembang yang andal. Pastikan ada lingkungan pengembangan tak terbatas agar Anda bisa menguji perubahan sebelum ditayangkan.
Mengoptimalkan pencarian dan pemasaran konten
Pembeli B2B tidak berbeda dari pembeli B2C dalam hal mencari solusi. Keduanya biasanya mencari di Google untuk menemukan supplier yang tepat dan sesuai kebutuhan mereka. Bedanya, pembeli B2B tidak langsung masuk ke halaman produk dan membayar dengan kartu kredit. Mereka harus menyortir logistik, mengadakan beberapa rapat dewan, dan mempertimbangkan fasilitas penyimpanan sebelum memilih supplier.
Inilah mengapa penting untuk menemukan platform ecommerce dengan fitur SEO yang kuat.
Beberapa elemen ramah pencarian yang perlu diperhatikan adalah:
- Aplikasi dan plugin untuk membantu SEO
- Halaman produk dan koleksi yang dioptimalkan
- Kemampuan pemasaran konten seperti hosting blog dan halaman FAQ
Banyak situs ecommerce B2B dan grosir terlalu fokus pada data. Anda tetap bisa menggunakan data sebagai panduan, tetapi pembeli saat ini menemukan produk melalui banyak saluran. Oleh karena itu, pemasaran yang menjangkau calon pelanggan baru dan membangun kesadaran merek juga penting.
Mendukung manajemen stok omnichannel
Manajemen stok omnichannel adalah aspek penting untuk dipertimbangkan saat memilih platform B2B. Jika Anda memiliki (atau berencana memiliki) beberapa saluran penjualan, Anda akan memerlukan platform yang terintegrasi dengan semua saluran, termasuk toko fisik, toko online, dan marketplace pihak ketiga.
Platform perdagangan B2B yang baik memastikan sinkronisasi stok secara real-time di semua saluran. Jadi, ketika sebuah produk terjual di satu saluran, stoknya otomatis diperbarui di semua saluran. Hal ini mencegah kelebihan penjualan dan kekurangan stok, yang dapat merusak reputasi Anda dan menyebabkan kehilangan penjualan.
Pengalaman grosir yang berfokus pada perangkat seluler
Pengadaan terjadi di mana saja. Pembeli dapat memeriksa harga saat sedang naik pesawat ke Jakarta atau mengirim PO pengisian ulang dari lorong gudang. Dampak dari menghadirkan pengalaman perangkat seluler yang tepat ini sangat signifikan seperti yang dialami oleh Dermalogica Canada.
"Pelanggan dulu sangat frustrasi dengan platform kami sehingga mereka lebih suka menelepon untuk melakukan pemesanan," kata Nicholas Lachhman, Associate Ecommerce Director di Dermalogica Canada. "Sekarang kami melihat pelanggan sangat nyaman dengan pengalaman ini sehingga mereka melakukan pemesanan produk senilai ribuan dolar dari ponsel mereka."
Fleksibilitas pembayaran untuk pesanan besar
Sebuah studi pembayaran B2B 2023 menemukan bahwa 81% pembeli B2B mengatakan memilih jadwal penagihan mereka sendiri itu "penting atau sangat penting”. Bahkan, lebih dari setengahnya bersedia pindah supplier untuk mendapatkan opsi tersebut.
Dengan Shopify B2B, Anda dapat menetapkan ketentuan pembayaran untuk setiap perusahaan yang Anda layani. Ketentuan ini dapat bervariasi tergantung pada ukuran pesanan dan hubungan bisnis. Shopify menawarkan hingga delapan opsi ketentuan pembayaran bersih (termasuk termin pembayaran, pembayaran saat penerimaan, dan pembayaran saat pemenuhan), serta memungkinkan Anda menetapkan tanggal jatuh tempo pembayaran kustom.

Perbandingan platform ecommerce grosir
Saat membandingkan berbagai platform ecommerce grosir, akan membantu jika menggunakan kerangka kerja untuk menilai fitur dan penggunaannya.
Berikut adalah lima pilar yang dapat Anda gunakan dalam pencarian. Untuk membuat evaluasi ini lebih jelas, gunakan sistem penilaian sederhana untuk setiap pilar.
Saat Anda menilai setiap platform, beri nilai kemampuan platform berdasarkan skala 1 hingga 5:
- 1 = Solusi yang kemungkinan cocok untuk operasi lebih kecil dengan kebutuhan lebih sederhana.
- 3 = Solusi tingkat menengah untuk mendukung pertumbuhan.
- 5 = Solusi terbaik yang dibangun untuk skala maksimum dan kustomisasi.
Skala bisnis
Platform grosir Anda harus menjadi mitra dalam pertumbuhan bisnis. Saat bisnis berkembang, teknologi yang digunakan harus mampu menangani peningkatan pesanan dan integrasi. Selain itu, juga tetap cepat diakses oleh pembeli bahkan dengan 100.000 SKU.
Sebelum memilih platform, uji kemampuan platform secara menyeluruh:
- Volume pesanan: Bisakah menangani pesanan grosir terbesar Anda tanpa penundaan?
- Kapasitas akun: Berapa banyak akun pelanggan dan staf internal yang dapat didukung?
- Ukuran katalog: Apakah ada batasan jumlah produk, varian, atau SKU yang dapat dikelola?
- Kinerja di bawah tekanan: Apakah platform akan tetap cepat dan andal saat menambahkan lebih banyak produk, pelanggan, dan toko internasional?
Untuk membantu Anda mengevaluasi berbagai platform, gunakan skala penilaian sederhana ini untuk melihat sejauh mana kemampuan masing-masing.
- 1 = Dasar: Baik untuk katalog yang lebih kecil (di bawah 1.000 SKU) dan penjualan dengan satu mata uang.
- 3 = Berkembang: Dapat menangani beberapa etalase dan katalog yang lebih besar (hingga 50K SKU).
- 5 = Tingkat Enterprise: Dibangun untuk skala besar dengan 100K+ SKU, akun pembeli tanpa batas, dan pengembangan kinerja otomatis.
Persyaratan arsitektur teknis
Platform ecommerce Anda akan menjadi pusat untuk bisnis grosir Anda. Karena itu, arsitektur teknisnya harus cukup fleksibel untuk terhubung dengan sistem yang sudah ada sekarang dan siap berkembang mengikuti kebutuhan di masa depan. Bagaimana lagi Anda akan membangun pengalaman merek tersebut dan menjalani operasional secara efisien?
Inilah yang perlu diperhatikan:
- Kekuatan integrasi: Seberapa mudah terhubung ke sistem penting Anda seperti ERP, CRM, atau perangkat lunak akuntansi? Apakah menawarkan sistem terpadu (unified commerce), API yang fleksibel, atau hanya beberapa konektor yang kaku dan sudah dibangun sebelumnya?
- Kustomisasi mendalam: Seberapa besar kendali yang Anda miliki atas pengalaman pengguna? Platform yang kuat memungkinkan Anda memodifikasi komponen inti secara ekstensif seperti alur checkout dan logika harga yang kompleks.
- Kemampuan headless: Apakah platform tersebut mendukung headless commerce? Headless berarti tampilan depan (front-end) dipisahkan dari sistem belakang (back-end) untuk membangun pengalaman berbelanja yang sepenuhnya kustom.
-
Alat pengembang: Apakah mendukung alur kerja pengembangan profesional dengan lingkungan staging (lingkungan uji coba sebelum produk dirilis ke publik) guna pengujian dan proses penyebaran modern (CI/CD)?
Gunakan skala penilaian ini untuk mengevaluasi fondasi teknis:
- 1 = Dasar: Fleksibilitas terbatas dengan sedikit konektor bawaan dan API yang terbatas.
- 3 = Fleksibel: Menawarkan alat modern seperti REST API dan webhook serta lingkungan staging dasar untuk pengujian.
- 5 = Tingkat Enterprise: Dirancang untuk sistem terpadu (unified commerce) di semua saluran (B2B, DTC, POS), serta siap untuk mendukung kebutuhan headless dan alur kerja CI/CD yang canggih bagi pengembang.
Fitur khusus untuk grosir
Meskipun Anda dapat menjalankan toko B2B dan DTC di platform yang sama, masih ada fitur berbeda yang harus dicari. Fitur-fitur berikut ini membantu mengelola hubungan pembeli yang kompleks dan meningkatkan nilai pesanan rata-rata (AOV):
- Penetapan harga yang fleksibel: Apakah platform memungkinkan pembuatan aturan harga yang kompleks? Cari dukungan untuk daftar harga khusus per pelanggan, diskon otomatis berdasarkan volume pembelian, dan penetapan harga berjenjang untuk kelompok pelanggan yang berbeda.
- Manajemen pesanan B2B: Apakah platform mendukung seluruh siklus pesanan grosir? Ini termasuk alur kerja dari penawaran ke pesanan, antrean persetujuan internal untuk pesanan pembelian, dan alat pemesanan dalam jumlah besar yang mudah digunakan.
- Segmentasi pelanggan lanjutan: Apakah platform memungkinkan pengalaman belanja yang benar-benar berbeda untuk tiap tipe pembeli? Idealnya, pelanggan dapat dikelompokkan dengan katalog produk, opsi pembayaran, dan penetapan harga yang berbeda-beda.
- Termin pembayaran (net term) dan checkout: Apakah platform menangani sistem pembayaran B2B secara profesional? Pastikan tersedia opsi Net 30/60/90 yang terintegrasi langsung di checkout, dengan status loyalitas pelanggan dan diskon terkait diterapkan secara otomatis.
Rubrik penilaian yang dapat digunakan:
- 1 = Dasar: Terbatas pada satu daftar harga dan tidak mendukung termin pembayaran atau PO.
- 3 = Fleksibel: Mendukung aturan penetapan harga berjenjang dan memungkinkan pelanggan untuk checkout menggunakan pesanan pembelian.
- 5 = Tingkat Enterprise: Paket fitur yang lengkap, mencakup katalog khusus per pelanggan, alur kerja dari awal sampai akhir, serta termin pembayaran yang terintegrasi langsung di proses checkout.
Faktor efisiensi operasional
Platform grosir yang hebat tidak hanya akan menghemat waktu tim Anda, tapi juga mengurangi biaya operasional. Dengan alat yang tepat, tim dapat menghabiskan lebih sedikit waktu mengejar pembayaran faktur dan lebih banyak waktu membangun hubungan dengan akun pelanggan utama.
Pertimbangkan fitur yang akan berdampak pada kapasitas kerja tim Anda, seperti:
- Panel admin yang intuitif: Back end yang mudah digunakan dan memungkinkan staf non-teknis mengelola tugas harian seperti menyunting katalog, memperbarui profil pelanggan, dan memproses pesanan tanpa bantuan pengembang
- Alat otomasi: Otomatisasi bawaan untuk proses seperti sinkronisasi stok di seluruh saluran, mengirim pembaruan status pesanan, dan persetujuan pendaftaran pelanggan baru
- Analitik khusus grosir: Dashboard dan laporan yang memberikan wawasan mendalam tentang kinerja B2B, termasuk penjualan per perusahaan, produk grosir terlaris, dan komisi perwakilan penjualan
Gunakan skala ini untuk mengukur bagaimana platform akan berdampak pada alur kerja harian tim Anda.
- 1 = Dasar: Memerlukan input dan pengeditan pesanan secara manual, hampir tanpa otomasi, sehingga beban kerja staf meningkat.
- 3 = Fleksibel: Menyediakan otomasi alur kerja dasar (seperti konfirmasi pesanan) serta laporan standar yang dapat dijadwalkan.
- 5 = Tingkat Enterprise: Dilengkapi alur kerja lanjutan berbasis peristiwa, dashboard yang dapat disesuaikan berdasarkan peran pengguna, serta analitik B2B yang mendalam.
Analisis struktur biaya
Harga yang tertera di awal bukanlah satu-satunya faktor. Untuk memahami dampak finansial yang sebenarnya, perhatikan juga struktur biaya berikut:
- Total biaya kepemilikan (TCO): Pertimbangkan biaya transaksi, tarif proses pembayaran, dan pemeliharaan berkelanjutan di luar lisensi bulanan.
- Investasi implementasi: Masukkan biaya penyiapan awal dan migrasi data. Mintalah estimasi jam kerja implementasi serta linimasa proyek yang jelas hingga platform siap digunakan.
- Potensi biaya tersembunyi: Telusuri biaya tambahan yang tidak selalu terlihat di awal, seperti biaya jika melebihi batas API, kapasitas penyimpanan, atau biaya aplikasi pihak ketiga yang krusial.
- Return on Investment (ROI): Proyeksikan dampak finansial platform terhadap bisnis. Mintalah studi kasus atau tolok ukur untuk memperkirakan waktu balik modal berdasarkan peningkatan pendapatan dan efisiensi operasional yang diharapkan.
Gunakan rubrik penilaian berikut untuk analisis struktur biaya:
- 1 = Tinggi dan tidak stabil: Model dengan biaya penyiapan yang signifikan ditambah persentase dari GMV, sehingga biaya menjadi sulit diprediksi seiring pertumbuhan bisnis.
- 3 = Tingkat menengah: Biaya lisensi standar yang dikombinasikan dengan biaya transaksi per pesanan yang rendah dan relatif dapat diprediksi.
- 5 = Dapat diprediksi dan dapat dikembangkan: Biaya lisensi yang jelas dengan biaya transaksi yang sangat minim atau bahkan tanpa biaya transaksi.
💡Tahukah Anda? Menurut studi independen, Total Biaya Kepemilikan (TCO) Shopify hingga 36% lebih rendah dibandingkan pesaing utamanya karena efisiensi platform, implementasi, dan biaya operasi yang jauh lebih baik.
Menyatukan ecommerce grosir
Jika saat ini Anda ingin menjual secara grosir, Anda memerlukan platform online yang memberikan pengalaman pengguna dengan sangat baik dan membuat calon pelanggan merasa nyaman.
B2B Ecommerce dari Shopify menyediakan fitur B2B pihak pertama yang terintegrasi langsung di sistem admin. Anda dapat memilih antara toko gabungan B2B dan DTC atau toko khusus B2B. Lalu, mengatur daftar harga, metode pembayaran, mata uang, dan pengaturan lainnya untuk setiap pelanggan B2B. Selain itu, Anda juga dapat menggunakan fitur Shopify yang dapat dikustomisasi, seperti tema, diskon, dan akses API, untuk meningkatkan toko Anda.
FAQ ecommerce grosir
Apa itu ecommerce grosir?
Ecommerce grosir adalah model ecommerce B2B di mana Anda menjual produk dalam jumlah besar dan dengan harga diskon ke bisnis lain, bukan ke konsumen perorangan.
Platform mana yang terbaik untuk grosir?
Shopify adalah platform terbaik untuk ecommerce B2B. Ciptakan pengalaman luar biasa untuk pelanggan DTC dan B2B sambil memanfaatkan skala global platform ecommerce Shopify.
Apa perbedaan grosir versus B2B?
Grosir mengacu pada proses penjualan barang dalam jumlah besar dengan harga rendah dan biasanya ke pengecer. B2B adalah istilah yang lebih luas dan mencakup transaksi antara bisnis, seperti produsen dan grosir, atau grosir dan pengecer. Transaksi ini dapat melibatkan layanan, teknologi, atau produk.
Fitur apa yang perlu saya perhatikan dalam solusi ecommerce B2B?
Fitur ecommerce B2B utama yang perlu dipertimbangkan meliputi:
- Penetapan harga dan daftar harga khusus pelanggan
- Pencarian/navigasi
- Katalog produk
- Sistem login yang dilindungi
- Tampilan akun pelanggan
- Opsi branding dan desain
- Pengalaman admin dan pelanggan yang mudah dan intuitif


